Perlengkapan di Kendaraan
Setiap unit membawa bahan penyerap seperti pasir atau absorben, sekop antipercikan, wadah dan kantong cadangan berlabel, alat pemadam api ringan, rambu segitiga, kotak P3K, serta APD tambahan. Awak dilatih menggunakan seluruh perlengkapan ini.
Langkah 1: Amankan Diri dan Lokasi
Hentikan kendaraan di tempat aman, matikan mesin, pasang rambu segitiga, dan jauhkan orang yang tidak berkepentingan. Jika limbah bersifat mudah menyala, jauhkan sumber api dan jangan merokok.
Langkah 2: Kenali Jenis Limbah
Periksa dokumen dan label untuk mengetahui sifat limbah yang tumpah. Informasi ini menentukan APD yang harus digunakan dan cara penanganannya.
Langkah 3: Gunakan APD
Kenakan sarung tangan, masker atau respirator, kacamata pelindung, dan pakaian pelindung sebelum mendekati tumpahan.
Langkah 4: Hentikan dan Tahan Sebaran
Jika aman, tegakkan atau tutup kemasan yang bocor. Tahan aliran tumpahan cair dengan bahan penyerap agar tidak masuk ke saluran air, selokan, atau tanah terbuka. Tumpahan padat dikumpulkan dengan sekop dan dimasukkan ke wadah cadangan.
Langkah 5: Laporkan
Laporkan kejadian kepada tim operasional PT AES, yang kemudian berkoordinasi dengan pelanggan dan, bila diperlukan, dengan instansi terkait serta aparat setempat. Laporan mencakup lokasi, waktu, jenis dan perkiraan jumlah limbah, serta langkah yang telah diambil.
Langkah 6: Pembersihan dan Pemulihan
Seluruh material yang terkontaminasi, termasuk bahan penyerap bekas, dikemas, diberi label, dan diperlakukan sebagai limbah B3. Lokasi diperiksa kembali hingga dinyatakan bersih.
Langkah 7: Evaluasi
Setiap kejadian diselidiki untuk menemukan akar masalah, misalnya kemasan yang tidak layak atau pengikatan muatan yang kurang kuat. Hasilnya digunakan untuk memperbaiki prosedur dan materi pelatihan.
Peran Pelanggan
Pelanggan dapat membantu mencegah keadaan darurat dengan menyediakan kemasan yang kuat dan tertutup rapat, serta memberikan informasi lengkap tentang sifat limbah sebelum penjemputan.
